Taufan Pawe Sebut Penghapusan Presidential Threshold Langkah Maju Pembangunan Demokrasi Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 4 Januari 2025 - 15:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 62/PUU-XXII/2024 tentang penghapusan syarat ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold), merupakan sebuah langkah baru bagi Demokrasi Indonesia dalam menentukan Calon Pemimpin Negara ini pada Era mendatang.

Pasalnya dengan kebijakan Penghapusan Presidential Threshold tersebut akan membuka ruang bagi Partai Politik Peserta Pemilu untuk mencalonkan Kadernya dalam perhelatan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yang menjadi agenda lima tahunan di Indonesia.

Menanggapi Putusan tersebut, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Taufan Pawe, mengaku, mengapresiasi langkah yang diambil Mahkamah Konstitusi dalam melakukan evaluasi dan juga membuka peluang terciptanya Pemilu yang lebih luas lagi kepada masyarakat Indonesia.

“Penghapusan Presidential Threshold tersebut merupakan langkah maju pembangunan demokrasi di Indonesia, dan kami atas nama Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar sangat mengapresiasi keputusan tersebut,”katanya.

Ketua DPD Golkar Sulsel ini juga mengaku, kebijakan tersebut juga nantinya akan dikawal dalam Penyusunan norma undang-undang yang berkaitan tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, tentunya itu akan dilakukan kolaborasi dengan Pemerintah, DPR RI dan Penyelenggara itu sendiri.

“Kami pastinya akan melibatkan semua pihak dan mengawal keputusan tersebut untuk dimasukkan dalam undang-undang Pemilu, termasuk akan berkonsultasi dengan Pemerintah dan Penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum terkait penentuan norma Undang-undang yang berkaitan dengan Keputusan yang telah dituangkan MK dalam putusannya tersebut, sehingga apa yang diputuskan tentunya akan menjadi pedoman kita dalam menyusun Undang-undang Pemilu,,”ungkap dia.

Taufan juga menilai Putusan tersebut juga akan memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat, karena dengan Keputusan tersebut akan hadirnya beberapa pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, karena seluruh Partai yang ikut dalam Pemilu berpeluang untuk mengusung Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu mendatang.

“Masyarakat pastinya kedepan akan banyak pilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden karena tidak ada batasan Presidential Threshold, dan tentunya itu juga akan menguntungkan bagi Partai Politik dalam mengusung Kadernya pada Perhelatan Lima tahunan tersebut, karena masing-masing Partai Politik mendapatkan peluang yang sama dalam mengusul Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden,”ungkap dia.

Anggota DPR RI Dari Dapil Sulsel 2 ini menilai, jika pelaksanaan Pemilu dengan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang lebih banyak juga bisa mengurangi Polarisasi karena persaingan secara individu berbeda jika persaingan cukup banyak karena ada banyak pilihan.

“Keputusan ini saya pikir juga bagus dalam mengurangi Polarisasi dalam masyarakat kita dimana itu akan berdampak pada tidak rukunnya masyarakat, hingga konflik horisontal dimana-mana,”jelasnya.

Dirinya juga memastikan kebijakan itupun akan dia kawal sebagai Anggota Komisi II termasuk nantinya jika UU Omnibus Law Politik akan dibahas agar dituangkan dalam UU tersebut.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru