Bentrok Polisi-Mahasiswa Papua di Makassar, Ini Penyebabnya

- Redaksi

Selasa, 3 Desember 2024 - 13:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR – Bentrokan antara mahasiswa Papua dan aparat kepolisian terjadi di Jalan Lanto Daeng Pasewang pada Senin, (2/12/2024). Kericuhan ini dipicu aksi demonstrasi mahasiswa Papua yang memperingati Hari Papua Merdeka, yang jatuh pada 1 Desember.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Mokhamad Ngajib, menjelaskan bahwa awalnya aksi tersebut telah dilaporkan oleh mahasiswa kepada pihak kepolisian. Namun, saat pelaksanaannya, demonstrasi dinilai menyimpang dari laporan awal, terutama karena adanya indikasi pengibaran bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tengah aksi.

Pihak kepolisian berusaha membubarkan massa dan mengimbau mahasiswa untuk kembali ke asrama. Namun, upaya ini memicu perlawanan berupa pelemparan batu oleh mahasiswa, sehingga terjadi kericuhan.
Akibat insiden ini, dua anggota kepolisian mengalami luka-luka. Sejumlah bangunan dan kendaraan di sekitar lokasi mengalami kerusakan.

“Kami menurunkan sekitar 450 anggota kepolisian, ditambah 50 personel TNI, untuk mengamankan situasi,” ujar Kombes Ngajib di lokasi kejadian. Ia juga memastikan bahwa langkah penjagaan akan terus dilakukan, disertai upaya negosiasi dengan mahasiswa untuk mencegah aksi susulan.

Pihak kepolisian terus berupaya memulihkan situasi agar suasana tetap kondusif. Aparat juga mengimbau seluruh pihak untuk mengutamakan dialog guna menyelesaikan permasalahan tanpa kekerasan.

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru