RSUD Andi Makkasau Edukasi Diet Keluarga Pasien Penyakit Ginjal

- Redaksi

Rabu, 5 Juni 2024 - 14:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare berbagi edukasi tentang diet kepada pasien penyakit ginjal kronik dengan Hemodialisis (HD) di ruang tunggu Gedung Hemodialisa.

Hadir juga, Inovator Perssyt Mandiri PasHD, Hj. Ariana Akib, S. Kep, Ns., M.Kes., memberikan informasi kepada pasien dan keluarga terkait tujuan serta manfaat lahirnya inovasi yang dibuatnya.  “Lebih banyak yang butuh terkait dengan gizi,” katanya. (5/6/2024).

Peningkatan tren penyakit ginjal kronis seiring dengan meningkatnya Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti obesitas pada orang dewasa dan obesitas sentral, perilaku merokok, kurang aktivitas fisik dan kurang makan buah dan sayur menjadi faktor risiko terjadinya penyakit gagal ginjal kronis.

Hemodialisis (HD) merupakan terapi pengganti ginjal yang dilakukan dengan mengalirkan darah ke dalam suatu tabung ginjal buatan (dialiser), bertujuan untuk membuang sisa-sisa protein dan memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit.

Pasien HD perlu menjaga kesehatan ginjalnya dengan memperhatikan diet sehari-hari. Tujuan dari diet ini adalah mencegah terjadinya defisiensi zat gizi, memperbaiki status gizi pasien, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta menjaga agar akumulasi produk sisa metabolisme tidak berlebihan.

Diet yang ditujukkan untuk pasien disesuaikan dengan daya terima pasien yang tidak mengandung bumbu-bumbu tajam yang merangsang saluran cerna. Adapun beberapa bahan makanan yang tidak dianjurkan, yaitu semua sayuran dan buah-buahan yang mengandung kadar kalium tinggi, seperti bayam, buncis, kembang kol, durian, air kelapa, pepaya, belimbing, apel, melon, dan pisang. Sebaiknya, konsumsi makanan dengan protein tinggi, seperti telur, daging, ikan dan ayam.

Tips mengurangi kadar kalium pada buah dan sayur, yaitu:

Potong-potong atau kupas buah dan sayur lalu dicuci.
Rendam buah dan sayur tersebuh ke dalam air hangat selama 1 jam.
Cuci kembali menggunakan air mengalir.
Buah dan sayur dapat dimasak atau dikonsumsi.
Rekomendasi menu yang dapat diterapkan:

Pagi: Nasi, ayam bumbu tomat, dan tumis sayuran.
Snack pagi: Nagasari.
Siang: Nasi, telur dadar, tempe bacem, dan sayur bening.
Snack sore: roti panggang isi mentega gula.
Sore: Nasi, ikan bakar, pepes tahu, dan tumis kangkung.

 

Berita Terkait

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim
Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Bea Cukai Sita 80 Karton Rokok Ilegal di Sulbar, Prosedur Penyitaan Disorot
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru