Ini Alasan KPU Berhenti Tayangkan Grafik Real Count di Sirekap

- Redaksi

Rabu, 6 Maret 2024 - 14:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG  (rilis.news) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini memutuskan untuk menghentikan tampilan grafik yang menunjukan perolehan suara sementara pada real count Sistem Rekapitulasi Informasi alias Sirekap.

Biasanya, perolehan suara dapat kita akses melalui laman pemilu2024.kpu.go.id.

 Menanggapi hal itu, Komisioner KPU, Idham Holik, mengatakan pihak KPU kini hanya akan menampilkan foto formulir model c hasil perhitungan suara yang diunggah oleh masing-masing KPPS. 

 “Kini kebijakan KPU hanya menampilkan bukti otentik perolehan suara peserta pemilu,” kata Idham kepada wartawan, Rabu, 5 Maret 2024.

Lanjut Idhan, pengambilan keputusan menampilkan c hasil merupakan bukti yang kuat, pasalnya proses perhitungannya disaksikan oleh seluruh saksi dari seluruh partai politik. 

“Ketika hasil pembacaan teknologi Sirekap tidak atau kurang akurat dan belum sempat diakurasi oleh uploader (KPPS) dan operator Sirekap KPU kabupaten/kota akan jadi polemik dalam ruang publik yang memunculkan prasangka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Idham mengatakan pihak KPU akan tetap menampilkan c hasil plano sebagai satu-satunya bukti otentik yang ada.

Terlebih, fungsi utama laman KPU sebagai tempat publikasi dari formulir c plano.

Lebih dari itu, Idham juga menyoroti masyarakat yang sering melihat konversi data dibandingkan dengan c plano. 

Sebelumnya dikabarkan, Sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mendadak eror dan tidak menampilkan perolehan suara sementara (real count) Pemilu 2024.

Adapun hal itu dapat diketahui saat mengakses laman https://pemilu2024.kpu.go.id/pilegdpr/hitung-suara.

Saat diakses pada Selasa malam (5/3/2024), situs tersebut sudah tidak menampilkan perolehan suara sementara Pemilu 2024. 

Artikel telah tayang Viva Bandung 

Berita Terkait

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare
Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Legislator PKS Sappe Desak Dinsos Verifikasi Faktual Data Desil
Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang
Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah
Taufan Pawe Serahkan Bantuan Penanganan Abrasi di Cappa Gusung Bulukumba
Respons Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN, Taufan Pawe: Bukti Nyata Komitmen Ibu Kota Politik 2028
Skenario Aklamasi Musda Golkar Sulsel Terancam Buyar Usai Rahman Pina Temui Bahlil

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sappe Soal Mamin Parepare Rp7,2 Miliar: Coba Bandingkan dengan Kaltim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:59 WITA

Reses Kamaluddin Kadir Ungkap Praktik Denda dan Potong Gaji Karyawan di Parepare

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:11 WITA

Zulfikar Zuhdy Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis saat Reses, Serap Aspirasi Warga Soreang

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WITA

Asy’ari Abdullah Salurkan Bantuann Kursi bagi Warga Galung Maloang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:20 WITA

Reses di Lagota, Husain Saud Soroti Proyek Jalan Mandek dan Drainase Bermasalah

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:16 WITA

Apa itu Etomidate? Narkotika Jenis Baru yang Rentan Penyalahgunaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WITA

Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah, Wajib Lapor dan Dipasangi Gelang Pelacak

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WITA

Polemik LCC Empat Pilar: Josepha “Ocha” Alexandra, Sang Juara Bertahan yang “Dipatahkan” Juri?

Berita Terbaru