JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali membuat gebrakan, kali ini dengan menyoroti bobroknya tata kelola BUMN.
Dalam pidato di hadapan DPR, Jumat (15/8), ia dengan lantang mengkritik habis-habisan bonus direksi dan komisaris yang disebut tantiem.
Dengan gaya khasnya, Prabowo bahkan mengaku tak mengerti arti kata itu dan menyebutnya sebagai akal-akalan belaka.
“Itu akal-akalan mereka saja. Dia memilih istilah asing supaya kita tidak mengerti,” ujarnya, membuat seisi ruangan riuh.
Prabowo tak main-main.
Ia mengungkap dirinya sudah memerintahkan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk bersih-bersih BUMN. Langkah pertama, memangkas jumlah komisaris yang dinilainya terlalu banyak.
”Saya potong setengah, komisaris paling banyak 6 orang,” ungkapnya.
Yang paling membuat heboh, Prabowo menyoroti soal gaji. Ia bahkan menyebut ada komisaris yang hanya datang rapat sebulan sekali tapi bisa dapat bonus sampai Rp 40 miliar dalam setahun!
Ia pun memberikan ultimatum keras: tantiem harus dihapus, terutama jika perusahaan merugi. Bagi para direksi dan komisaris yang merasa keberatan, Prabowo punya pesan singkat:
“Kalau keberatan, segera berhenti, Saudara-saudara.”
Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah di gedung parlemen, menunjukkan dukungan kuat terhadap langkah-langkah reformasi yang diusungnya di tubuh BUMN.










