PAREPARE, (Rilis.News) – Kenaikan harga beras dan telur sebulan terakhir sangat dirasakan oleh pedagang makanan di Parepare .
Dani salah satu pedagang nasi goreng di Jl M.Yusuf Perumnas mengatakan, kenaikan harga beras Rp 2.000 perliter sebulan terakhir membuat dia terpaksa mengurangi pembelian jumlah bahan baku pembuatan nasi goreng untuk menekan biaya produksi.
Selain beras sejumlah bahan pokok pembuatan nasi goreng seperti telur juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Kenaikannya Rp.2.000 Dulu masih Ro.9.000 Sekarang Rp.11.000 Perliter. Biasanya kita beli 10 liter, sekarang 6-8 liter untuk dicukup cukupin modalnya karena telur juga naik, sayur dan cabai juga naik,” ujarnya Rabu (11/10/2023).
Dani mengaku tidak menaikkan harga jual nasi goreng dan tidak mengurangi jumlah porsi dagangannya untuk menjaga pelanggan tetap membeli nasi goring buatannya.
Dia memilih tetap berjualan dengan keuntungan minim agar bisa bertahan di tengah kenaikan sejumlah bahan pokok di Kota Parepare
“Satu porsi tetap Rp 15.000 nggak dinaikkan biar pelanggan nggak lari. Yang penting laku, bisa berjalan,” imbuhnya.
Kenaikan harga beras di Kota Parepare, membuat Pemerintah Daerah melakukan kegiatan pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.










