MAKASSAR, rilis.news – Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memperkuat fiskal daerah.
Hal ini disampaikannya dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (27/8/2025), untuk mengawasi kinerja bank daerah sebagai BUMD strategis.
Menurut Taufan, yang juga berasal dari Fraksi Partai Golkar, kondisi fiskal daerah saat ini masih lemah. Ia menyebut, rata-rata kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD masih di bawah 20 persen, bahkan di beberapa daerah hanya sekitar 15 persen.
“Perkuatan fiskal daerah ini perlu dilakukan melalui kajian bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Sayangnya, dalam pertemuan kali ini hanya dihadiri Sekda dan sebagian besar kepala daerah diwakili,” kata Taufan.
Taufan menambahkan, penguatan BUMD semakin mendesak mengingat DPR bersama pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang BUMD.
“BUMD ini menjadi salah satu penopang utama fiskal daerah. Karena itu, hadirnya Dirjen BUMD di Kementerian Dalam Negeri diharapkan mampu memperkuat fasilitasi pemerintah pusat kepada daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Komisi II DPR juga menyoroti pentingnya peningkatan tata kelola keuangan daerah, termasuk manajemen aset daerah seperti rumah sakit.
Mereka melihat potensi BUMD untuk berperan lebih luas, seperti PT Bank Sulselbar yang dapat menjadi instrumen pendanaan pembangunan daerah.
“PT Bank Sulselbar ke depan bisa menjadi instrumen pendanaan pembangunan daerah dengan memberikan pinjaman kepada kabupaten/kota untuk kegiatan produktif,” kata Taufan.
Lebih lanjut, Taufan juga menekankan bahwa kunci penguatan fiskal daerah bukan hanya infrastruktur, melainkan juga kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kepemimpinan kepala daerah yang inovatif.
“Tidak sedikit kepala daerah yang kurang memiliki inovasi dan visi. Padahal, pengelolaan SDA, peningkatan SDM, dan manajerial profesional dalam BUMD harus dijalankan oleh orang yang kompeten,” tegasnya.
Hingga tahun 2024, tercatat lebih dari 800 BUMD di Indonesia, tetapi kontribusinya terhadap PAD masih tergolong kecil. Di Sulawesi Selatan, PT Bank Sulselbar menjadi salah satu BUMD dengan aset terbesar, mencatatkan laba bersih sekitar Rp1,2 triliun pada 2024. Meskipun demikian, potensinya untuk berkontribusi lebih besar terhadap PAD masih dapat dioptimalkan melalui regulasi dan tata kelola yang lebih baik.
“Komisi II DPR RI melalui kunjungan kerja spesifik ini ingin menjaring masukan dan keluhan daerah terkait fiskal, untuk kemudian dirumuskan menjadi formula dalam Undang-Undang Fiskal Daerah. Harapannya, penguatan fiskal ini bisa berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Taufan.










