BARRU – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Taufan Pawe, mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan (sospilar) di Balai Desa Pancana, Kabupaten Barru, Senin (15/12/2025).
Dalam paparannya, mantan Wali Kota Parepare dua periode ini menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai luhur bangsa sebagai landasan dalam menjaga dan mengembangkan desa wisata budaya.
Menurutnya, wawasan kebangsaan yang kuat akan mendorong masyarakat tetap menjaga persatuan, sekaligus melestarikan budaya dan sejarah lokal di tengah arus perubahan.
“Penguatan nilai-nilai luhur bangsa bukan sekadar teori, tetapi menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan melestarikan budaya tanpa kehilangan jati diri bangsa di desa wisata Pancana,” tegas Taufan Pawe.
Taufan Pawe menjelaskan bahwa penerapan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sangat relevan dengan upaya pelestarian identitas lokal.
“Penerapan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sangat relevan dalam menjaga dan melestarikan identitas lokal,” jelas Taufan Pawe
Ia menilai Desa Pancana memiliki keunggulan strategis karena menyimpan jejak sejarah besar yang menjadi daya tarik wisatawan sekaligus identitas bangsa.
“Masyarakat harus menjaga nilai-nilai kebangsaan yang selaras dengan kearifan lokal. Desa Pancana memiliki modal sejarah yang luar biasa untuk menjadi destinasi wisata budaya nasional,” ujar Taufan Pawe
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Pancana dan tokoh masyarakat, H. Salama.
Dalam sesi interaktif H. Salama Tokoh masyarakat Desa Pancana, H. Salama, menilai Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan memiliki relevansi kuat dengan upaya menjaga nilai budaya yang telah hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sejalan dengan tradisi gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, serta pelestarian warisan budaya yang selama ini dijaga warga Desa Pancana.
“Melalui Sosialisasi Empat Pilar ini, kami semakin memahami bahwa nilai-nilai kebangsaan sejalan dengan budaya lokal yang telah kami jaga secara turun-temurun di Desa Pancana,” ujar H. Salama.












