Aksi Damai Orang Tua Murid SDN 20 Parepare, Tuntut Penyelesaian Konflik Internal Guru

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 18:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAREPARE — Puluhan orang tua murid SDN 20 Kelurahan Lapadde, Kota Parepare, melakukan aksi damai pada Selasa, 18 November 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap konflik internal yang diduga melibatkan sejumlah guru dan dianggap mengganggu proses belajar mengajar.

Penyegelan sekolah dilakukan sebagai desakan kepada Dinas Pendidikan Parepare untuk segera menyelesaikan persoalan yang disebut telah berlangsung cukup lama dan membuat kepala sekolah merasa tertekan.

Salah satu orang tua murid, Bulan, menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan mempertahankan kepala sekolah yang dinilai membawa perubahan signifikan bagi SDN 20.

“Kami mempertahankan kepala sekolah kami. Anak-anak sudah merasa nyaman dan prestasi sekolah juga meningkat sejak beliau menjabat,” ujar Bulan.

Ia menambahkan, orang tua murid menolak jika kepala sekolah harus mengundurkan diri akibat tekanan konflik internal.

“Bukan menolak mutasi atau aturan. Kami menolak kalau beliau mundur karena sudah tidak nyaman dengan tekanan-tekanan itu,” katanya.

Menurut Bulan, kepala sekolah sebelumnya menyampaikan keluhannya karena terus-menerus menghadapi laporan dari sejumlah guru maupun orang tua murid. Persoalan tersebut bahkan disebut pernah dibahas dalam rapat di DPRD Parepare.

“Ada lima guru senior yang katanya memberi tekanan. Masalah kecil selalu dilaporkan, sehingga beliau merasa tertekan,” ujarnya.

Ia menyebut orang tua murid siap menarik anak-anak mereka dan memindahkan ke sekolah lain jika kepala sekolah saat ini diganti.

Aksi ini membuat kegiatan belajar mengajar di SDN 20 Lapadde berhenti sementara. Orang tua murid bersikeras meminta penyelesaian cepat dari Dinas Pendidikan agar konflik tidak terus berlarut-larut.

Dinas Pendidikan Parepare Turun Tangan

Sekretaris Dinas Pendidikan Parepare, Johansah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah turun langsung dan mempertemukan perwakilan orang tua, guru, dan pihak sekolah untuk mencari solusi damai.

Johansah menegaskan bahwa persoalan rencana pengunduran diri kepala sekolah merupakan bagian dari dinamika internal, namun bukan keputusan yang muncul begitu saja.

“Persoalan mengundurkan diri itu bukan hal yang muncul tiba-tiba. Kita sudah sampai pada pembahasan itu, dan mudah-mudahan dari pertemuan ini ada penyelesaian,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa proses mutasi kepala sekolah maupun guru tidak bisa dilakukan secara instan.

“Mutasi tidak semudah yang dibayangkan. Ada alasan yang harus dipenuhi. Kepala sekolah berprestasi bisa justru dipindahkan ke sekolah yang lebih besar, atau sebaliknya,” katanya.

Terkait potensi sanksi terhadap guru atau kepala sekolah, Johansah menyebut hal tersebut akan ditindaklanjuti setelah proses mediasi.

“Nanti kita tindak lanjuti. Dinas Pendidikan akan memantau terus. Kalau tidak ada perubahan, tentu akan ada tindakan sesuai kesepakatan tadi,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa kepala sekolah tetap menjabat dan semua guru tetap bertugas di SDN 20.

“Kepala sekolah tetap menjabat. Tidak ada yang berubah. Semua tetap di sini. Tapi masing-masing harus memperbaiki diri sesuai kesepakatan,” jelasnya.

Johansah mengaku menyayangkan demonstrasi yang dilakukan tepat di depan anak-anak, mengingat potensi gangguan psikologis bagi siswa.

“Kita antisipasi supaya anak-anak tidak trauma. Banyak polisi, banyak orang, itu bisa mengganggu psikologis mereka,” ucapnya.

Ia menilai persoalan yang terjadi sebenarnya dapat dicegah jika komunikasi antara pihak sekolah, guru, dan orang tua lebih lancar.

“Masalah ini membesar karena komunikasi tidak jalan. Hal kecil tidak diantisipasi cepat, akhirnya jadi persoalan,” kata Johansah.

Johansah juga mengakui bahwa konflik di SDN 20 bukan pertama kali ditangani. Persoalan ini sebelumnya pernah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Parepare.

“Ini sudah pernah dibahas di DPR. Mudah-mudahan pertemuan hari ini jadi yang terakhir,” ujarnya.

Dinas Pendidikan menyatakan siap mengambil tindakan mutasi jika proses damai gagal.

“Kalau tidak ada penyelesaian dan tidak mau damai, mutasi itu bisa saja dilakukan. Guru juga bisa dimutasi jika dianggap menghambat,” tegasnya.

Berita Terkait

Kapolres Parepare Buka Puasa Bersama Tahanan, Beri Motivasi Perbaiki Diri
Lapas Parepare Fasilitasi WBP untuk Berbuka Puasa Bersama Keluarga
PLN Indonesia Power UBP Barru Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Lewat Buka Puasa Bersama di Parepare
Mario Bakti Group Bedah 10 Rumah Warga dan Bagikan Sembako di Hari Jadi ke-10
Safari Ramadan Partai Gelora Parepare, Sumbang Masjid dan Bantu Pegawai Syarak
Bupati dan DPRD Tana Toraja Enggan Teken Pernyataan Tolak Geotermal Bittuang
Kejati Sulsel Tegaskan Tak Ada Kompromi, Mira Hayati Resmi Dieksekusi ke Lapas
Dipimpin drh Nurdin, Satgas PMK Parepare Beri Layanan Kesehatan Hewan Terpadu di Bacukiki

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:15 WITA

Kapolres Parepare Buka Puasa Bersama Tahanan, Beri Motivasi Perbaiki Diri

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:51 WITA

Lapas Parepare Fasilitasi WBP untuk Berbuka Puasa Bersama Keluarga

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:56 WITA

PLN Indonesia Power UBP Barru Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Lewat Buka Puasa Bersama di Parepare

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:15 WITA

Mario Bakti Group Bedah 10 Rumah Warga dan Bagikan Sembako di Hari Jadi ke-10

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:21 WITA

Safari Ramadan Partai Gelora Parepare, Sumbang Masjid dan Bantu Pegawai Syarak

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:04 WITA

Kejati Sulsel Tegaskan Tak Ada Kompromi, Mira Hayati Resmi Dieksekusi ke Lapas

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:24 WITA

Dipimpin drh Nurdin, Satgas PMK Parepare Beri Layanan Kesehatan Hewan Terpadu di Bacukiki

Senin, 9 Februari 2026 - 12:55 WITA

Mahasiswa Ditemukan Tewas Tergantung di Balkon Lantai 4 Kafe Alya Parepare

Berita Terbaru