PAREPARE — Lapas Kelas IIA Parepare menggelar pelatihan kemandirian bakery bagi 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada 21–27 November 2025 bekerja sama dengan LPK Satria Parepare. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja dan membuka peluang usaha bagi WBP setelah bebas, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo–Gibran terkait penguatan sumber daya manusia.
Pelatihan menghadirkan instruktur profesional, yakni Ketua LPK Satria Muhammad Feri Sapriadi Azis dan mentor utama Mami Suparmiati. Selama enam hari, peserta mempelajari pembuatan berbagai produk bakery seperti roti isi, kue tradisional, hingga pizza, serta materi kebersihan pangan, teknik pengolahan, dan pengemasan.
Selain praktik kuliner, WBP juga dibekali dasar-dasar kewirausahaan sebagai modal ketika kembali ke masyarakat. Mami Suparmiati mengapresiasi semangat peserta yang dinilai cepat memahami materi. Salah satu WBP berinisial A.B menyampaikan rasa terima kasihnya karena mendapat kesempatan mengikuti program ini.
Kepala Lapas Parepare, Marten, menegaskan bahwa pelatihan kemandirian menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam mendukung transformasi SDM berbasis keterampilan. Ia berharap program ini dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian warga binaan sehingga mereka mampu memasuki dunia kerja atau merintis usaha setelah bebas.
Program pelatihan bakery ini sekaligus menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan moral, tetapi juga penguatan kompetensi praktis bagi WBP untuk menata masa depan secara lebih produktif.










