MAKASSAR – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel yang diprediksi digelar dalam beberapa bulan ke depan, suhu politik internal partai berlambang beringin mulai memanas. Salah satu manuver yang mencuri perhatian adalah pertemuan khusus antara Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dan Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe.
Pertemuan berlangsung Rabu malam (2/7/2025) di kediaman Bahlil, Jalan Denpasar Raya, Jakarta. Taufan tiba sekitar pukul 20.30 WITA dan disambut langsung oleh Bahlil, Sekjen DPP Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPR RI Sarmuji, serta Wakil Ketua Umum Golkar Wihaji.
Suasana pertemuan disebut akrab, meski diwarnai pembahasan serius. Usai diskusi, Bahlil bahkan meminta Sarmuji memotret momen kebersamaan mereka dengan Taufan Pawe.
“Alhamdulillah, tadi malam saya ditelepon langsung oleh Ketua Umum. Saya tidak sangka di rumah beliau sudah ada Pak Sekjen dan Pak Waketum,” ujar Taufan, Kamis (3/7/2025).
Pertemuan ini memicu spekulasi soal arah konsolidasi DPP menjelang Musda. Apalagi, Taufan sebelumnya menggelar silaturahmi besar dengan pemilik suara Musda di Makassar pada 21 Juni lalu yang dihadiri tokoh-tokoh seperti Nurdin Halid dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
“Silaturahmi ini demi menjaga soliditas dan mencegah polarisasi,” tegas Taufan saat itu di Hotel Gammara, Makassar.
Namun, pertemuannya dengan Bahlil kini menimbulkan pertanyaan tentang posisi dua tokoh kuat lainnya: Munafri Arifuddin (Appi) dan IAS, yang juga punya pengaruh besar di internal Golkar Sulsel.
Keduanya hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait manuver politik Taufan maupun pertemuannya dengan elite DPP.
Saat ditanya apakah ini sinyal dukungan dari pusat, Taufan menjawab diplomatis, “Silakan publik yang menilai.”
Manuver Taufan termasuk pertemuan dengan mantan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, disebut sebagai upaya membangun koalisi luas demi menciptakan konsensus pada pemilihan Ketua DPD Golkar Sulsel mendatang.










