Jakarta, – Cawapres Gibran Rakabuming Raka melakukan pertemuan dengan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno di kediamannya, Rabu (13/8/2025). Pertemuan ini menuai sorotan, terutama di tengah isu pemakzulan yang sempat ramai beberapa waktu lalu.
Namun, Partai Golkar menilai isu pemakzulan sudah tidak relevan lagi. Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin, mengatakan bahwa isu tersebut kini dianggap usang dan tidak lagi menjadi pembahasan serius di parlemen.
“Golkar melihat isu pemakzulan sudah selesai. Masyarakat lebih fokus pada pembangunan dan stabilitas politik,” kata Nurul kepada Kompas.com, Kamis (14/8/2025).
Pertemuan Gibran dengan Try Sutrisno sendiri disebut sebagai bagian dari konsolidasi politik menjelang Pilpres 2029. Try Sutrisno, yang merupakan tokoh senior Golkar, dikenal sebagai figur yang dihormati di kalangan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sementara itu, Gibran belum memberikan pernyataan resmi terkait agenda pertemuannya dengan Try Sutrisno. Namun, sumber internal partai menyebutkan bahwa pertemuan tersebut lebih bersifat silaturahmi dan mendengarkan masukan dari sesepuh politik.
Analis politik dari Universitas Indonesia, Arif Susanto, mengatakan bahwa langkah Gibran mendekati tokoh-tokoh senior seperti Try Sutrisno menunjukkan upaya memperkuat basis dukungan di kalangan partai politik tradisional.
“Gibran sedang membangun relasi yang lebih luas, tidak hanya di kalangan milenial, tetapi juga dengan para senior yang memiliki pengaruh besar,” ujar Arif.
Sejauh ini, belum ada respons dari pemerintah atau partai oposisi terkait pertemuan tersebut. Namun, Golkar menegaskan bahwa isu pemakzulan tidak lagi menjadi fokus dan mendorong semua pihak untuk berkonsentrasi pada agenda pembangunan nasional.










